Berita

140 Preseptor Apoteker Hadiri Workshop Pelatihan Preseptor PKPA FKIK UIN Malang

Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UINMA) menggelar acara Pelatihan Preseptor Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) dengan komitmen yang tinggi untuk memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Asosiasi Preseptor Tenaga Farmasi Indonesia (APTFI).

Pelatihan berlangsung selama tiga hari secara hybrid. Acara luring dilaksanakan di Akasia Ballroom Savana Hotel & Convention Malang pada hari Senin (23/10/2023), sedangkan acara daring dilakukan pada hari Selasa dan Rabu (24-25/10/2023). Peserta pelatihan berjumlah sekitar 140 orang, terdiri dari dosen, preseptor apotek, puskesmas, rumah sakit, Pedagang Besar Farmasi (PBF) serta industri. Dalam sambutannya, Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Malang, Prof. Dr. apt. Roihatul Mutiah, S.F., M.Kes, menyatakan acara ini merupakan pelatihan preseptor kedua yang dirancang sesuai dengan pedoman APTFI untuk memaksimalkan pembimbingan praktik kerja profesi apoteker.

Penyampaian topik Keterampilan Profesional hari pertama oleh apt. Dra. Arofah Idha, M.Farm.Klin., FISQua

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini terdapat tujuh materi utama yang disampaikan oleh pemateri berbeda, masing-masing ahli dalam bidangnya. Materi-materi tersebut mencakup Keterampilan Profesional, Pendidikan Pedagogi di Masa Revolusi Industri 4.0, dan Keterampilan Manajerial yang disampaikan oleh apt. Dra. Arofah Idha, M.Farm.Klin., FISQua, Prof. Dr. apt. Agung Endro Nugroho, M.Si., dan Prof. Dr. apt. Satibi, M.Si. Disusul hari kedua dengan materi Peran Preseptor sebagai Role Model dan Edukator, Interprofessional Education and Interprofessional Collaboration (IPE and IPC), serta Komunikasi Interpersonal dan Manajemen Konflik yang dipaparkan oleh Prof. Dr. apt. Umi Athiyah, MS., Prof. Dr. apt. Dyah Aryani Perwitasari, M.Si., Ph.D., serta Prof. Dr. apt. Ajeng Diantini. Sedangkan acara hari terakhir dengan topik Peran Preseptor sebagai Fasilitator dan Evaluator disampaikan oleh Prof. Dr. apt. Umi Athiyah, MS.

Penyampaian topik Peran Preseptor sebagai Fasilitator dan Evaluator hari ketiga oleh Prof. Dr. apt. Umi Athiyah, MS. secara daring

Para peserta pelatihan mendapatkan kesempatan untuk memahami praktik kerja profesi apoteker melalui sesi post test, studi kasus, serta diskusi dan pembahasan yang dijembatani oleh fasilitator dari APTFI. Para preseptor menyambut baik pelaksanaan pelatihan ini. Mereka berharap pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh akan membantu mereka dalam membimbing mahasiswa dan calon apoteker dengan lebih baik di masa depan.

Penyerahan plakat secara simbolis kepada Ketua Dewan Penasehat IAI PD Jawa Timur oleh Kaprodi PSPPA

Ketua Dewan Penasehat  IAI PD Jawa Timur, Ibu apt. Dra. Arofah Idha, M.Farm.Klin., FISQua juga menyoroti pentingnya peran preseptor dalam mendukung pendidikan profesi apoteker di Indonesia, bahwa preseptor tidak hanya membimbing para mahasiswa dalam penerapan pengetahuan farmasi dalam praktik, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan sikap profesional calon apoteker.

Peserta dan narasumber Pelatihan Preseptor PKPA di Hotel Savana