
BATU – Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Career Development bagi Mahasiswa Baru PSPPA Angkatan 8 Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 pada Kamis, 13 Agustus 2026. Bertempat di Ruang Kuliah Apoteker Lantai 3, Gedung Ibnu Sina, Kampus III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, acara pembekalan intensif ini dirancang untuk mematangkan kesiapan mental, profesionalitas, integritas etika, serta jiwa kewirausahaan para calon apoteker sebelum menjalani masa Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) dan memasuki dunia kerja.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi kehadiran peserta pada pukul 08.00 WIB dan dibuka secara resmi pada pukul 08.30 WIB oleh Sekretaris Program Studi PSPPA FKIK UIN Malang, Dr. apt. Wirda Anggraini, M.Farm. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa apoteker masa depan dituntut untuk adaptif, memiliki integritas moral yang kokoh, serta berjiwa visioner. Melalui pelatihan terpadu ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya siap mencari pekerjaan di fasilitas kesehatan dan industri, tetapi juga mampu menginisiasi inovasi, menciptakan peluang usaha baru, serta mengamalkan nilai-nilai karakter Ulul Albab di tengah masyarakat.
Pemaparan materi pertama dimulai pukul 09.00 WIB bersama praktisi sekaligus wirausahawan kefarmasian, apt. Jene Vida Christanti, S.Sos., S.Farm., M.Farm., yang membawakan topik “Inisiasi & Prosedur Membangun Usaha Apoteker: Dari Kompetensi Profesi Menjadi Entrepreneur Kesehatan yang Profesional”. Dalam sesinya, apt. Jene mengajak mahasiswa bertransformasi dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta solusi kesehatan yang bernilai bisnis. Beliau membedah langkah demi langkah peta jalan (roadmap) mendirikan apotek modern yang berkelanjutan, mulai dari validasi pasar (unmet needs pasien), penyusunan Business Model Canvas (BMC), penerapan prinsip legalitas perizinan berusaha berbasis risiko (OSS, NIB, SIPA, SIA, hingga PBG), pengelolaan keuangan modal awal (Capex dan Opex), hingga potensi inovasi produk herbal/jamu, kosmetik berstandar CPKB, serta strategi personal branding dan pemasaran etis apoteker di era digital.

Setelah jeda istirahat pagi, kegiatan berlanjut pada pukul 10.40 WIB dengan menghadirkan pakar psikologi karir, Ilhamuddin Nukman, S.Psi., M.A., yang memandu materi “Menyiapkan Curriculum Vitae (CV) untuk Memulai Karir Profesional: Dari Riwayat Hidup Menuju Kesesuaian Strategis”. Pak Ilhamuddin memaparkan bahwa CV berfungsi sebagai gerbang penyaringan awal, bukti otentik kompetensi, serta peta pertanyaan bagi pewawancara. Beliau membimbing mahasiswa menyusun dokumen lamaran yang ramah sistem otomatis Applicant Tracking System (ATS) sekaligus memikat bagi recruiter, menerapkan formula Claim–Evidence–Relevance berbasis capaian kerja aktif yang terukur, serta mengonversi portofolio akademik, proyek riset, dan pengalaman organisasi mahasiswa menjadi bukti kapasitas kepemimpinan yang nyata.
Memasuki sesi siang pasca-ISHOMA pada pukul 13.00 WIB, apt. Abdul Hakim, M.PI., M.Farm. hadir menyampaikan materi bertajuk “Etika Profesional Sebagai Apoteker”. Beliau menegaskan bahwa ilmu pengetahuan menjadikan seorang apoteker kompeten, tetapi etika lah yang menjadikannya layak dipercaya oleh publik. Dalam penjelasannya, beliau menggarisbawahi pentingnya menanamkan nilai spiritual Muraqabah—kesadaran bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi setiap perbuatan—sehingga apoteker bekerja secara itqan (teliti, sungguh-sungguh, dan tuntas) dengan niat Lillah, Fillah, dan Billah. Mahasiswa juga diingatkan untuk senantiasa memegang teguh amanah Sumpah/Janji Apoteker serta Kode Etik Apoteker Indonesia (KEAI), menjaga kerahasiaan riwayat pengobatan pasien, menolak segala bentuk konflik kepentingan finansial, serta mengutamakan keselamatan pasien (patient safety) di atas segalanya.
Rangkaian pembekalan ditutup dengan materi “Handling Job Interview” yang kembali dipandu oleh Ilhamuddin Nukman, S.Psi., M.A. pada pukul 14.40 WIB hingga menjelang sore. Melalui sesi interaktif ini, para mahasiswa dilatih menguasai teknik komunikasi verbal dan non-verbal, menjaga bahasa tubuh profesional, serta menerapkan metode terstruktur seperti teknik STAR (Situation, Task, Action, Result) dalam menjawab pertanyaan kritis saat wawancara kerja. Acara Career Development PSPPA Angkatan 8 ini kemudian resmi ditutup pada pukul 16.10 WIB dengan pembacaan doa bersama dan sesi foto dokumentasi, meninggalkan antusiasme serta bekal komprehensif bagi seluruh calon apoteker untuk menempuh proses pendidikan profesi hingga berkarir sukses di tingkat nasional maupun internasional.


