Senin (20/1/25), Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) untuk mahasiswa baru angkatan ke-5. Acara ini berlangsung di ruang 201 Lantai 2 Gedung Al-Biruni FKIK UIN Malang dengan jumlah mahasiswa yang diterima periode ini sebanyak 40 dari 123 pendaftar.
Acara pembukaan PBAK dihadiri oleh Dekan FKIK, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati PW., Sp.Rad. (K), Wakil Dekan Bidang Akademik, Prof. Dr. apt. Roihatul Mutiah, S.F., M.Kes., Ketua dan Sekretaris Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Dr. apt. Rahmi Annisa, M.Farm. dan Dr. apt. Wirda Anggraini, M.Farm., Ketua dan Sekretaris Program Studi Sarjana Farmasi, apt. Abdul Hakim, M.P.I., M.Farm., dan apt. Hajar Sugihantoro, M.P.H. serta tenaga pendidik dan tenaga kependidikan FKIK UIN Malang. Dalam sambutannya, Kaprodi PSPPA, Dr. apt. Rahmi Annisa, M.Farm. menyampaikan untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, “Satu tahun itu adalah waktu yang sangat singkat dan sekitar 80% proses pembelajaran akan dilaksanakan di lahan praktik. Pesan saya dalam proses pembelajaran ini kalian bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Dalam arti tidak ada langkah yang tidak ada ilmunya, sehingga dimanapun kalian ditempatkan nanti pada saat proses pelaksanaan PKPA pasti ada ilmu yang kalian dapatkan”.

Foto Dekan, Wakil Dekan I, Kaprodi Sekprodi PSPPA dan PSSF, Dosen, serta Tendik FKIK Bersama Angkatan V
Dekan FKIK, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati PW., Sp.Rad. (K) dalam sambutannya juga memberikan motivasi kepada mahasiswa baru agar dapat memanfaatkan kesempatan belajar selama satu tahun di PSPPA ini dengan sebaik-baiknya dan menunjukkan prestasi yang membanggakan. Beliau juga menekankan pentingnya etika profesi apoteker dan ciri khas mahasiswa Ulul Albab selama proses pembelajaran.
Dengan semangat baru yang dibawa oleh mahasiswa angkatan ke-5, PSPPA UIN Malang optimis akan terus mencetak calon apoteker yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas tinggi, jiwa Ulul Albab serta mampu menghadapi tantangan di era globalisasi.